Minggu, 24 Januari 2016

Cara Pemberian Caira Melalui Infus

Cara Pemberian Caira Melalui Infus


Cara Pemberian Caira Melalui Infus - Baiklah saya akan menjelaskan atau menyambungkan apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya yaitu tentang Cara Prosedur Pemenuhan Cairan Dan Elektrlit, dan di artikel tersebut saya menulis akan menyambungkan nya pada artikel selanjutnya, baiklah tidak perlu berbasa-basi lebih banyak lagi saya langsung saja akan menyambungkan artikel tersebut, yaitu saya akan melanjutkan lagi tentang Cara Pemberian Caira Melalui Infus, baiklah langsung saja iya simak artikel ini dengan baik karena kalian akan mendapatkan banyak ilmu yang lebih.


Tindakan keperawatan ini dilakukan pada klien atau pasien yang memerlukan masukan cairan melalui intravena (infus). Pemberian cairan infuse dapat diberikan pada pasien yang mengalami pegeluaran cairan atau nutrisi yang berat. Tindakan ini membutuhkan kesterilan mengingat langsung berhungan dengan pembuluh darah. Pemberian cairan melalui infuse dengan memasukkan kedalam vena (pembuluh darah pasien) di antaranya vena lengan (vena sefalika basilica dan mediana kubiti), pada tungkai (vena safena), atau vena yang ada di kepala, seperti vena temporalis frontalis (khusus untuk anak-anak). Selain itu pemberian infuse pada pasien yang mengalami pengeluaran cairan, juga dapat dilakukan pada pasien syok, intoksikasi berat, pra- dan pasca bedah, sebelum tranfusi darah, atau pasien yang membutuhkan pengobatan tertentu.

Tujuannya


1. Untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit.
2. Infus pengobatan dan pemberian nutrisi.

Alat Dan Bahannya


1. Standar infus
2. Set infus.
3. Cairan sesuai program medic
4. Jarum infus dengan ukuran sesuai
5. Pengalas
6. Torniket
7. Kapas alcohol
8. Plester
9. Gunting
10. Kasa steril
11. Betadin
12. Sarung tangan

Prosedur Kerjanya


1. Jelaskan dulu prosedur kepada pasien atau klien yang akan dilakukan.
2. Jangan lupa cuci tangan sebelum prosedur dilakukan.
3. Hubungkan cairan dan infus set dengan menusukkan ke bagian karet atau akses slang ke botol infus.
4. Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan buka klem slang hingga cairan memenuhi slang dan udara slang keluar.
5. Letakkan pengalas di bawah tempat (vena) yang akan di lakukan pengimfusan.
6. Lakukan pembendungan dengan torniket (karet pembendung) 10-12 cm di atas tempat penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular (bila sadar).
7. Gunakan sarung tangan steril.
8. Desinfeksi daerah yang akan di tusuk dengan kapas alcohol.
9. Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena dan posisi jarum (abocath) mengarah keatas.
10. Perhatikan keluarnya darah melalui jarum (abocath/ surflo) maka tarik keluar bagian dalam (jarum) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena.
11. Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan/ keluarkan, tahan bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infus dihubungkan/ disambungkan dengan slang infus.
12. Buka pengaturan tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan.
13. Lakukan fiksasi denan kasa steril.
14. Tuliskan tangan dan waktu pemasangan infus serta catat ukura jarum.
15. Lepaskan sarung tang dan cuci tangan.
16. Catat jenir cairan, letak infuse, kecepatan aliran, ukuran,dan tipe jarum infus.

Begitulah caranya Cara Pemberian Caira Melalui Infus sangat mudah sekali bukan, tetapi ini hanya di praktekkan hanya untuk orang-orang professional aja seperti perawat di rumah sakit, tetapi saya menjelaskan nya hanya untuk menambah-nambah ilmu kalian saja iya.

Terimakasih atas kunjungan dan sudah membaca artikel tentang Cara Pemberian Caira Melalui Infus, semoga bermanfaat bagi anda.

Baca juga tentang : Cara Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Sabtu, 23 Januari 2016

Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit

Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit

Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit - Baiklah pada artikel kali ini saya akan menjelaskan bagaimana Cara Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit, yang sebenarnya artikel ini tidak harus untuk dilakukan sama kalian dan juga tidak harus untuk di ketahui juga sih, karena ini adalah untuk orang-orang yang professional saja seperti perawat di rumah sakit, tetapi tidak apa-apa tidak usah berkecil hati juga iya, ini hanya untuk menambah-nambah ilmu kalian aja iya. Baiklah langsung saja kita jelaskan iya.

Cairan dan elektrolit sangat berguna dalam mempertahankan fungsi tubuh manusia. Kebutuhan cairan dan elektrolit bagi manusia berbeda-beda sesuai dengan tingkat usia seseorang, seperti bayi mempunyai kebutuhan cairan yang berbeda metabolisme air lebih tinggi mengingat permukaan tubuh yang relative luas dan persentase air tubuh tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Kebutuhan cairan sangat diperlukan tubuh dalam mengangkut zat makanan ke dalam sel, sisa metabolisme, sebagai pelarut elektrolit dan nonelektronik, memelihara suhu tubuh, mempermudah eleminasi, dan membantu pencernaan. Disamping kebutuhan cairan, elektrolit (natrium, kalium, kalsium, klorida, dan fosfat) sangat penting untuk menjaga keseimbangan asam-basa, konduksi saraf, kontraksi maskular dan osmolalitas.

Kondisi tidak terpenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit dapat mempengaruhi system organ tubuh terutama ginjal. Untuk mempertahankan kondisi cairan dan elektrolit dalam keadaan seimbang maka pemasukan harus cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Prosedur pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam pelayanan keperawatan  dapat dilakukan melalui pemberian cairan per oral atau intrafena.

Baiklah untuk selanjutnya akan saya jelaskan di artikel berikutnya iya biar kalian penasaran, dan judul atrtikel selanjutnya sambungan dari artikel ini yaitu:

1. Cara Pemberian Cairan Melalui Infus.
2. Cara Tranfusi Darah.

Nah, itu lah yang akan saya jelaska pada artikel berikutnya, karena itu sambungan dari artikel ini iya, jangan lupa selalu ikut artikel-artikel saya atau pun blog saya karena di sini saya akan memberikan ilmu pengetahuan yang lebih kepada kalian semua iya kawan.

Sekali lagi saya ungkapkan atau memberitahukan kalian hal ini tidak usah kalian terapkan karena ini hanya untuk orang-orang professional saja, yang bisa melakukan untuk pasiennnya biasanya ini di terapkan di rumah sakit oleh perawatnya, tetapi saya menjelaskan ini bukan bukan bermanfaat buat kalian iya saya menjelaskannya bisa untuk menambah-nambah ilmu kalian juga bukan.

Terimakasih atas kunjugan dan sudah membaca artikel tentang Cara Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit, semoga bermanfaat untuk anda.

Baca juga tentang : Cara Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Jumat, 22 Januari 2016

Cara Pemberian Nutrisi Parenteral

Cara Pemberian Nutrisi Parenteral

Cara Pemberian Nutrisi Parenteral - Baiklah saya akan menjelaskan atau menyambungkan apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya yaitu tentang Prosedur Pemenuhan Kebetuhan Oksigen, dan di artikel tersebut saya menulis akan menyambungkan nya pada artikel selanjutnya, baiklah tidak perlu berbasa-basi lebih banyak lagi saya langsung saja akan menyambungkan artikel tersebut, yaitu saya akan melanjutkan lagi tentang Cara Pemberian Nutrisi Parenteral, baiklah langsung saja iya simak artikel ini dengan baik karena kalian akan mendapatkan banyak ilmu yang lebih.

Pemberian nutrisi parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infuse yang dimaksukkan ke dalam tubuh melalui darah vena baik sentral (untuk nutrisi parenteral total) atau vena parifer (untuk nutrisi parenteral persial). Pemberian nutrisi melalui parenteral dilakukan pada pasien yang tidak dapat dipenuhi kebutuhan nutrisinya melaui oral atau enteral.

Tujuannya

Untuk mempertahankan kebutuhan nutrisi.

Metode Pemberian

1. Nutrisi parenteral parsial, pemberian sebagian kebutuhan nutrisi melalui intravena. Sebagian kebutuhan nutrisi harian pasien masih dapat dipenuhi melalui enteral. Cairan yang biasanya digunakan dalam bentuk dekstrosa atau cairan asam  amino.
2. Nutrisi parenteral total, pemberian nutrisi melalui jalur intravena ketikan kebutuhan nutrisi sepenuhnya harus dipenuhi melalui cairan infuse. Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang mengandung karbohidrat, seperti Triofusin E1000, cairan yang mengandung asam amino, seperti Pan Amin G, dan cairan yang mengandung lemak, seperti intralipid.
3. Lokasi pemberian nutrisi secara parenteral melalui venasentral dapat melalui vena antikubital pada vena basilica sefalika, vena subklavia, vena jagularis interna dan eksterna, dan vena femoralis. Nutrisi parenteral melalui perifer dapat dilakukan pada sebagian vena di daerah tengah kaki.

Prosedur Perawatan Kateter Pemberian Nutrisi Parenteral

1. Jelaskan dulu prosedur kepada pasien atau klien yang akan dilakukan.
2. Jangan lupa cuci tangan sebelum prosedur dilakukan.
3. Gunakan cara asepsis dalam perawatan kateter.
4. Ganti balutan tiap 24-28 jam.
5. Ganti set infuse maksimal 2x24 jam.
6. Ganti posisi pemasangan infuse maksimal 3x24 jam (perifer).
7. Perhatikan tanda flebitis, inflamasi, dan thrombosis.
8. Jangan gunakan untuk pengambilan sampel darah dan pemberian obat.
9. Lakukan pemantauan selama pemberian nutrisi parenteral, antara lain:

Pemberian laboratorium seperti BUN, kreatinin, gula darah, elektrolit, faal hepar.
Timbang berat badan pasien.
Periksa reduksi urine.
Observsi jumlah cairan yang masuk dan keluar.
Cairan jangan digunakan lebih dari 24 jam.
Pemberian asam amino harus bersamaan dengan karbohidran dengan harapan kalori yang dibutuhkan akan dipenuhi karbohidrat.

10. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Begitulah caranya Cara Pemberian Nutrisi Parenteral sangat mudah sekali bukan, tetapi ini hanya di praktekkan hanya untuk orang-orang professional aja seperti perawat di rumah sakit, tetapi saya menjelaskan nya hanya untuk menambah-nambah ilmu kalian saja iya.

Terimakasih atas kunjungan dan sudah membaca artikel tentang Cara Pemberian Nutrisi Parenteral, semoga bermanfaat bagi anda.

Baca juga tentang : Cara Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Kamis, 21 Januari 2016

Cara Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Lambung


Cara Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Lambung - Baiklah saya akan menjelaskan atau menyambungkan apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya yaitu tentang Prosedur Pemenuhan Kebetuhan Nutrisi, dan di artikel tersebut saya menulis akan menyambungkan nya pada artikel selanjutnya, baiklah tidak perlu berbasa-basi lebih banyak lagi saya langsung saja akan menyambungkan artikel tersebut, yaitu saya akan melanjutkan lagi tentang Cara Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Lambung, baiklah langsung saja iya simak artikel ini dengan baik karena kalian akan mendapatkan banyak ilmu yang lebih.

Tindakan ini dilakukan pada klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral atau adanya ganngguan fungsi menelan. Tindakan pemberian nutrisi melalui pipa lambung dapat dilakukan dengan pemasangan pipa lambung lebih dahulu kemudian dapat dilakukan peberian nutrisi.

Tujuannya

Untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Pemasangan Pipa Lambung

Alat Dan Bahannya

1. Pipa penduga dalam tempatnya corong
2. Spuit 20 cc
3. Pengalas
4. Bengkok
5. Plaster dan gunting
6. Makanan dalam bentuk cair
7. Air matang
8. Obat-obatan
9. Stetoskop
10. Klem
11. Baskom berisi air (kalau tidak ada stetoskop)
12. Vaselin

Prosedur Kerjanya

1. Jelaskan dulu prosedur kepada pasien atau klien yang akan dilakukan.
2. Jangan lupa cuci tangan sebelum prosedur dilakukan.
3. Atur posisi pasien dengan posisi semi Fowler.
4. Bersihkan daerah hidung dan pasangkan pengalas di daerah dada.
5. Letakkan Bangkok di dekat pasien.
6. Tentukan letak pipa penduga dengan cara mengukur panjang pipa dari epigastrium sampai hidung kemudian di bengkokkan ke telinga dan beri tanda batasnya.
7. Berikan vaselin atau pelicin pada ujung pipa dan klem pangkal pipa tersebut lalu masukkan melaui hidung secara perlahan-lahan sambil pasien dianjurkan untuk menelannya.
8. Tentukan apakah pipa tersebut benar-benar sudah masuk ke lambung, dengan cara:

Masukkan ujung selang yang diklem ke dalam baskom yang berisi air (klem di buka) dan perhatikan bila ada gelembung , pipa masuk ke paru dan jika tidak ada gelembung setelah itu diklem atau dilipat kembali.
Masukkan udara dengan spuit ke dalam lambung melalui pipa tersebut dan dengarkan dengan stetoskop. Apabila di lambung terdengar bunyi, berarti pipa tersebut sudah masuk. Setelah itu, keluarkan udara yang ada di dalam sebanyak jumlah yang dimasukkan.

9. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan pada pasien.

Pemberian Nutrisi

Alat Dan Bahannya

1. Corong
2. Spuit 20 cc
3. Pengalas
4. Bengkok
5. Makanan dalam bentuk cair
6. Air matang
7. Obat-obatan (bila ada)
8. Klem
9. Stetoskop

Prosedur Kerjanya

1. Jelaskan dulu prosedur kepada pasien atau klien yang akan dilakukan.
2. Jangan lupa cuci tangan sebelum prosedur dilakukan.
3. Atur posisi pasien semi Fawler.
4. Pasang penglas.
5. Letakkan bengkok.
6. Periksa dahulu sisa makanan di lambung dengan menggunakan spuit yang aspirasikan ke pipa lambung.
7. Buka klem/ penutup.
8. Lakukan tindakan pemberian makan dengan cara pasang corong/ spuit pada pangkal pipa.
9. Masukkan air matang lebih kurang 15 cc pada awal dengan cara ditungkan lewat pinggirnya.
10. Berikan makanan dalam bentuk cair yang tersedia. Kemudian, bila ada obat-obatan masukan dan beri minuman lalu diklem pipa penduga
11. Catat hasilnya atau respon pasien selama pemberian makanan.
12. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Begitulah caranya Cara Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Lambung sangat mudah sekali bukan, tetapi ini hanya di praktekkan hanya untuk orang-orang professional aja seperti perawat di rumah sakit, tetapi saya menjelaskan nya hanya untuk menambah-nambah ilmu kalian saja iya.

Terimakasih atas kunjungan dan sudah membaca artikel tentang Cara Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Lambung, semoga bermanfaat bagi anda.


Baca juga tentang : Cara Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Rabu, 20 Januari 2016

Cara Pemberian Nutrisi Melalui Oral

Cara Pemberian Nutrisi Melalui Oral

Cara Pemberian Nutrisi Melalui Oral - Baiklah saya akan menjelaskan atau menyambungkan apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya yaitu tentang Prosedur Pemenuhan Kebetuhan Oksigen, dan di artikel tersebut saya menulis akan menyambungkan nya pada artikel selanjutnya, baiklah tidak perlu berbasa-basi lebih banyak lagi saya langsung saja akan menyambungkan artikel tersebut, yaitu saya akan melanjutkan lagi tentang Cara Pemberian Nutrisi Melalui Oral, baiklah langsung saja iya simak artikel ini dengan baik karena kalian akan mendapatkan banyak ilmu yang lebih.

Tindakan ini merupakan tindakan orang keperwatan di rumah sakit yang dilakukan pada klien atau pasien yang tidak mempu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral secara mandiri atau yang tidak bisa dilakukan sendiri.

Tujuannya

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien atau klien.

Alat Dan Bahannya

1. Piring

2. Sendok

3. Garpu

4. Gelas

5. Serbet

6. Mangkok cuci tangan

7. Pengalas

8. Makanan dengan porsi dan menu sesuai program

Prosedur Kerjanya

1. Jelaskan dulu prosedur kepada pasien atau klien yang akan dilakukan.

2. Jangan lupa cuci tangan sebelum prosedur dilakukan.

3. Ataur posisi pasien atau klien dengan duduk atau setengah duduk sesuai kondisi pasien.

4. Pasang pengalas.

5. Tawarkan pasien melakukan ritual makan (misalnya, berdoa sebelum makan).

6. Bantu aktivitas dengan cara menyuap makan sedikit demi sedikit dan berikan minum sesudah makan.

7. Bila selesai makan, bersihkan mulut pasien dan anjurkan duduk sebentar.

8. Catat tindakan dan hasil atau respon terhadap tindakan.

9. Cuci tangan lagi setelah prosedur dilakukan pada pasien atau pun klien.

Begitulah caranya Cara Pemberian Nutrisi Melalui Oral sangat mudah sekali bukan, tetapi ini hanya di praktekkan hanya untuk orang-orang professional aja seperti perawat di rumah sakit, tetapi saya menjelaskan nya hanya untuk menambah-nambah ilmu kalian saja iya.

Terimakasih atas kunjungan dan sudah membaca artikel tentang Cara Pemberian Nutrisi Melalui Oral, semoga bermanfaat bagi anda.

Baca juga tenteng : Cara Pengisapan Lendir