Rabu, 12 Agustus 2015

Gejala TBC pada Anak-Anak

Gejala TBC pada Anak-Anak


Tuberculosis atau biasa disingkat TB atau TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru.

Tuberculosis atau TBC, pada anak memang berbeda dengan TBC pada orang dewasa, TBC pada anak menginfeksi primer di parenkim paru yang tidak menyebabkan refleksi batuk, sehingga jarnag ditemukan gejala khas TBC seperti batuk berdahak.

Pada parenkim paru ini juga kuman cenderung lebih sedikit, maka TBC tidak menular antara sesama anak. TBC sanga mudah menular dari orang tua ke anak, tetapi TBC tidak menular dari anak ke anak lain.

TBC adalah penyakit serius yang gampang menular secara langsung melalui udara. Anak-anak dengan kekebalan tubuh buruk paling rentang tertular TBC dari orang dewasa yang positif TBC. Tap TBC tidak menular antarsesama anak.

Gejala TBC pada anak-anak lebih susah di diagnose karena buka merupakan gejala khas TBC. Pada anak jarang ditemukan gejala batuk berdahak seperti yang diderita pada orang dewasa. Dan sering terjadi salah diagnose, karena gejala yang dialami bisa juga merupakan gejala penyakit lainnya.

TBC pada anak ditandai dengan gejala-gejala berikut seperti dilansir Mayoclinic, gejala TBC pada anak-anak adalah sebagai berukut :

1.    Demam lama atau berulang, tapi tidak telalu tinggi
2.    Tidak ada nafsu makan
3.    Mulit (lemah, letih, lelah, lemas, lesu, loyo, lambat, letoy)
4.    Malnutrisi atau gangguan gizi
5.    Batuk lama atau berulang, tetapi tidak berdahak( sering kali ini merupakan gejala asma)
6.    Diare berulang

Diagnosis TBC pada anak tidak bisa dilakukan dengan uji dahak, karena memang jarang pasien TBC anak mengalami batuk berdahak. Selain itu, foto roentgen pada anak juga tidak bisa memberikan diagnose yang tepat. Maka diperlukan uji Tuberkulin atau uji Mantoux.

Uji Tuberkulin dilakukan dengan menyuntikan tuberculin PPD intrakutan di volar lengan bawah. Reaksi obat dapat dilihat 48 sampai 72 jam seteah penyuntikan. Uji Tuberkulin positif menunjukkan adanya infeksi TBC.

Untuk pengobatan TB pada anak menggunakan tiga macam obat, yaitu INH, Rifampicin dan Pirazinamide. Pemberian obat INH dan Rifampicin selama dua bulan, dan Pirizanamide selama empat bulan, sehingga minimal pemberian obat sama dengan orang dewasa, yaitu enam bulan.

Ketika seorang anak sudah menderita TBC aktif, maka seluruh anggota keuarga dan orang dewasa lain yang kontak dekat dengan si anak harus diperiksa untuk mencari sumber penularan dan segera diobati agar rantai penularan dapat dihentikan.

Terimakasih sudah mengunjungi blok saya dan sudah membaca artikel Gejala TBC pada Anak-Anak, semoga bermamfaat bagi anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar”